Cintamu, jangan seperti Maria.

Aku mengenalmu empat tahun yang lalu. Tak ada yang aku tahu tentangmu selain nama dan kota asalmu.kita memang berteman, sama-sama menjalani suka dan duka masa ospek sebagai mahasiswa baru kala itu. Ah, tak ada yang istimewa denganmu betapapun aku telah berusaha untuk mencari tahunya dengan memperhatikan setiap detil dirimu. Mungkin bukan sekarang,mungkin nanti, ya...mungkin nanti setelah mengenalmu lebih lama seiring waktu yang terus berjalan, akan kutemukan betapa istimewanya dirimu.
Setahun telah berlalu, dan kita masih sama-sama. menjalani hari-hari sebagai mahasiswa. mahasiswa sebuah jurusan yang kadang orang masih sulit membedakannya dengan kedokteran. aneh!! bukankan sangat berbeda?? mengapa orang awam begitu sulit membedakan?? Ah, sudahlah...toh keduanya memang memiliki persamaan yang tak mungkin bisa dipungkiri, "sama-sama memiliki lab. yang banyak!!".

Tahun kedua telah menanti.Enam lab menghadang di depan mata. semua pada kalang kabut, megap-megap karena sulit bernafas bagai ikan yang kehilangan air. tak terkecuali aku dan kamu. Lucu, sangat-sangat lucu buatku, melihatmu yang begitu kurus, kecil, ceking malah...yang justru kau anggap sebagai suatu "ke-IMUT-an" mengejar asisten lab dengan peluh bercucuran. sungguh aku tak tahu bahwa saat itu bebanmu begitu berat, maafkan aku!!

Semester demi semester berlalu, dan kaupun tertinggal di belakangku
mungkin badanmu yang ceking tak kuat menahan hempasan enam lab, sehingga kau menyerah pada beberapa lab yang memang terkenal sebagai lab yang mematikan, mematikan sendi-sendi pertahanan yang kau miliki. dan aku masih saja diam. betapa bodohnya aku, tak bisa melihat, tak kuasa membaca,tentang mu........

Kini tak terasa tahun ketiga telah menjelang. aku tersenyum, menyadari kau masih ada. masih bertahan meski dengan langkah tertatih. yang ku kira sanggup bertahan justru tereliminasi satu persatu.tak kuat menghadapi neraka lab dan senioritas. kurasa, aku mulai mengenalmu, teman. badan ceking dengan ketegaran yang luar biasa.

aku masih bisa mengingat, meski dengan sedikit samar. aku dan kau berada dalam satu kelompok presentasi. Ah, mengapa harus denganmu!!! pikirku saat itu. kau tak bisa aku andalkan, apalagi diriku sendiri??? mungkin kau pun berpikir demikian tentangku. presentasi itu terancam gagal total. we have no choice!!! right?? mau gak mau semua mesti dijalani. pontang-panting keluar masuk warnet tenggelam di antara buku-buku tebal perpustakaan. aih..malu rasanya, ternyata kau begitu bisa di andalkan. penguasaan bahasa inggrismu secara pasif patut di acungi jempol, memudahkan kita menyusun sebuah presentasi yang menurutku, Not Bad!! setelah sebelumnya bergulat dengan waktu hingga untuk memejamkan mata pun tak bisa. kau sempat bercerita padaku tentang seseorang. "kring!!!" alarm otomatis tiba-tiba berdering di kepalaku, this is the point!! "seseorang"??? ah. ternyata kau punya seseorang rupanya. seseorang itu kau gambarkan begitu sempurna, bertahta tak tergoyahkan di dalam relung hatimu yang terdalam. tak kuasa kutahan decak kagumku, membayangkan sosok yang kau kisahkan. malam ini, aku tahu satu lagi tentangmu....kau memiliki cinta untuk "seseorang".

Tahun semakin tua, begitu pula dengan kita. rasanya sudah semakin banyak yang memanggil "kak", yang senantiasa menyunggingkan senyum, mengucap salam, menganggukkan kepala tanda hormat, yang tak jarang pula justru mengambil langkah seribu, pura-pura tak melihat. ah, macam-macam saja tingkah laku junior zaman sekarang.

kau dan aku masih disini, masih bergelut dengan tetek bengek mata kuliah pilihan. Nilai ber-title "E" (Error) dan "C" (Charlie) pun semakin marak menghiasi rapor semester. kenapa begitu sulit meraihmu, wahai "A" (Alpha)!!. semua mengeluh, semua maah, entah kepada siapa. Mungkin kaupun merasakan hal yang sama, merasa semua yang telah diperjuangkan, justru menjadi sia-sia. tapi, mengapa sama sekali tak kulihat amaah itu?? sepertinya kau menyimpannya dalam hatimu sendiri, membiarkannya berkarat dan akhirnya menyiratkan rona keputusasaan di wajahmu. teman, kau begitu suka menikmati kesedihan itu sendiri!! mungkin yang lain tak tahu, tapi kau tak bisa menyembunyikan semuanya dariku, karena aku bisa membacamu....

Waktu terus beranjak, malah sepertinya berlari. biozfer dikejar deadline bulan 6. semangat 45 begitu terasa, motivasi bertebaran dimana-mana. semua sibuk dengan urusan masing-masing, sibuk penelitian, sibuk konsuldengan pembimbing, sibuk dengan perbaikan skripsi, hmmh!! 24 jam sehari tak cukup rasanya!! Tapi, tak demikian denganmu, kau ternyata harus sibuk dengan begitu banyak daftar mata kuliah yang harus kau ulang demi "SKS" dan "IPK" yang memenuhi standar. Ah, lagi-lagi kau tertinggal, namun sekali lagi, ketegaran itu nyata di dirimu. Langkahmu tak surut, demi mencapai "S.Si" yang menjadi tujuan awal sejak pertama kali kita menginjakkan kaki di kampus ini.

Badai kembali menghadang langkahmu, teman. masa lalu itu kembali datang menghampirimu. masa lalu yang hingga detik ini masih menempati relung terindah di hatimu. tapi, kali ini dirimu kalah, teman. Aku terkejut, semua terpana, tak percaya...kali ini kau jatuh. aku mahfum, kita cuma manusia biasa, ada saatnya merasa lelah dan menyerah, tapi aku tak rela jika masa lalu itu menjadi alasannya. maafkan jika ku katakan, masa lalu selamanya hanya akan menjadi masa lalu. sudah takdir yang kuasa, kau harus menjalaninya. tak sadarkan kau, Allah telah memilih dirimu??? memilihmu sebagai hamba yang begitu disayangi-Nya??? Ujian dan cobaan yang selama ini telah kau lalui dengan begitu cemerlang, adalah bukti betapa besar cinta Allah padamu, teman. Tak jauh berbeda dengan yang kini sedang menghadang langkahmu. cinta mungkin selamanya mustahil bisa berkawan dengan logika. namun cinta juga tak harus takluk pada perasaan ego, bukan?? cinta yang sebenarnya bukan menyakiti, bukan meminta pengorbanan, bukan meminta ganti atas apa yang telah hilang. cinta sejati adalah keikhlasan menerima, kerelaan melepas, demi kebahagiaan yang dicintai.

Ah, sepertinya aku telah begitu banyak bicara. seperti tahu saja bagaimana perasaanmu!! seperti pernah mengalami saja!! Aku memang tak tahu bagaimana perasaanmu, tak pernah mengalami seperti yang kau alami. Memang benar kau mengenal masa lalu itu lebih dahulu, disaat kau baru saja mengenal perasaan bernama cinta. bahkan enam tahun kau habiskan untuk menunggu masa lalu itu yang kau harapkan akan menjadi masa depan. asal kau tahu, aku jauh...lebih mengenalmu. aku telah banyak membaca tentang mu, empat tahun kurasa waktu yang cukup lama untuk itu. kau dan masa lalu mu itu bertemu disaat kau belum mengerti hidup, belum tahu betapa nikmatnya mengejar cita-cita, belum tahu ternyata masih ada Maha Cinta yang cintanya lebih tinggi dari langit di angkasa, lebih dalam dari dalamnya samudera, bahkan lebih besar dari cinta yang kau punya untuk masa lalu itu.

Berhentilah, teman. Berhentilah menyiksa diri sendiri, bergelut dengan masa lalu yang tak menjanjikan apa-apa kecuali air mata, penyesalan, dan sakit hati. Ku mohon, Cintamu jangan seperti Maria. Cintamu seharusnya seperti Robiah. Ikhlaskan dan relakan masa lalu itu.

Berjanjilah padaku, kau akan selalu kuat. meski tak kau dapatkan sandaran dari "yang semestinya menjadi sandaranmu", kau harus tetap melangkah. setapak demi setapak tak apalah, rapuh mungkin akan sering datang, tapi masih ada aku...masih ada Biozfer, yang penuh Oksigen untuk kau hirup sepuasnya...mengisi tenaga untuk menapaki tangga menuju bulan 12...atau untuk bulan 3, dan bulan-bulan berikutnya, selamanya!!!

NB : What i've been written, that's the true what i felt in my heart..i'm so sorry if there is have one mistake. but you need to know that "i'll always beside you" coz we are best friend!!

"Dedicated for Jeng_Imoet"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

No_Reservation

Transaksi file depan LSI

ThE LasT BreaTh